Showing posts with label Berita/ニュース. Show all posts
Showing posts with label Berita/ニュース. Show all posts

2014/01/06

ようこそ Ex - JR East Saikyo Line 205 Series! (Part 2)

          Happy New Year 2014! Hopefully this year will be better than before. All people in the world celebrate it with happiness. Everyone has their own resolution to improve their achievement from year to year. Indonesia Tetsudou Fan have to do improvement in purpose to give information about many things especially railway. Since 1 January 2014, written articles are in English only to make it easy to read than two-languages in single article.

          Back to the title, I will tell you about progress of Seri 205 EMU which bought from JR East. Based on last article, we only know about HaE 7, 11, 15 set. For your information, 100 of 180 cars has been arrived to Indonesia since October last year. Fortunately, I can see all of them in Depok Depot and Bukit Duri Depot. It's a long time since last visit 2 years ago, but nothing changed  at all.

         First, I visited Bukit Duri. It is as small as Bogor Depot. Although so, I can find two sets of Seri 205 in original decal stabling inside. These sets will be sent to Depok Depot for remodeling.

HaE 23 stabling in Bukit Duri Depot, South Jakarta

          In afternoon, I moved to Depok Depot after my friend got the permission to go inside. This is a rare thing since very hard to get permit. You need to spare your time so much for visiting Depok Depot. As the biggest EMU depot in Jabodetabek, you can't explore it quickly. I started to explore the maintenance area to see remodeling progress of Seri 205.

HaE 13 still in progress...




          The changes doesn't look significant, only livery change and add "Commuter" logo instead of JR. To anticipate low-level platform, they also install passenger footsteps. To protect the driver, window grill will be installed on both front and rear cabin. Livery change uses sticker in order to worktime efficiency eventhough it will be dirty in short time. However, the front side uses paint. Needed time also shorter since Seri 205 has it own cowhanger. In other words, they don't need to make the new one.

          Done with the remodeling, now we moves into stabling area. This is the place where the rollingstocks are stabled, even the non-active rollingstocks. I will talk about the non-active rollingstock later while the main topic still about Seri 205.

         

HaE 24


HaE 4

From left to right : HaE 24 , HaE 7, HaE 25



          I think all of these sets are still waiting for debut, because there are some infrastructure must be adapted due to 10-cars set. Some stastion has been extended their platform such as Universitas Indonesia Station and Jakarta Kota Station. Not only that, the crew also need adaptation with these new EMUs. It's only about time to see the newcomer from Saikyo Line. The story still continued till all of sets arrive.

Photos : Private Archive

         

2013/12/06

Ex - Saikyo Line 205 Series HaE 11 & 15 Trial Run

          Kebutuhan armada yang mendesak membuat waktu setelah penurunan perdana hingga ujicoba rangkaian hanya memerlukan waktu kira-kira satu bulan saja. Tanggal 3-4 Desember 2013 menjadi momen perdana Seri 205 untuk "berpusing-pusing ria" di Jabodetabek. Rangkaian yang diujikan adalah HaE 15 (3/12) dan HaE 11 (4/12) yang lebih dulu tiba di Indonesia pada November lalu. Ujicoba ini bertujuan untuk menguji performansi dan hal-hal lain yang berhubungan dengan operasional rangkaian. Karena rangkaian ini akan dioperasikan dengan formasi 10 kereta per setnya, dalam ujicoba juga dilakukan pengukuran untuk penambahan panjang peron, khususnya untuk stasiun Jakarta kota sebagai stasiun tujuan akhir.

          Only in one month after first unloading of 205 Series to first trial run because of rollingstock needs. This moment was happened in 3-4 December 2013. Tested train consist of HaE 15 (3/12) and HaE 11 (4/12) which arrived from Niigata harbor since November. The trial run was held in purpose of testing performance and anything which related with operational. Because these sets will be used in 10-cars formation, some station platform especially Jakarta Kota as terminus station were measured.

ハエ15

ハエ11



          Sebagai informasi, ujicoba rangkaian yang baru datang dari luar negeri biasanya dilakukan dua kali. Ujicoba pertama untuk menguji peforma atau bisa dikatakan sebagai pra-sertifikasi. Selanjutnya untuk mendapatkan sertifikasi layak jalan dari Kementerian Perhubungan, dilakukan ujicoba kedua. Barulah rangkaian bisa dioperasikan secara penuh.

          As information, there are twice trial run of rollingstock for newcomer train. The purpose of first trial run is testing performance or we can call it as pre-sertification. To receive sertification from The Ministry of Transportation, second trial run must be held. Finally, the rollingstock can be fully operated. 

Sumber | Source : Arsip Pribadi | Private Archive

2013/11/14

Indonesian Railways Day Part 2 ( Railway History Exhibition)

          Seperti yang sudah ITF janjikan sebelumnya,ada acara sejenis yang diadakan untuk memperingati Hari Kereta Api Indonesia. Gelaran tersebut bernama The History Of Indonesian Railways Exhibition. Acara tersebut diadakan di Erasmus Huis yang berada di dalam komplek Kedutaan Besar Belanda di Kuningan, Jakarta Selatan. Acara tersebut diadakan dari tanggal 24 September sampai 20 Oktober 2013.

          As ITF promised, there was a similiar event which held for commemorate Indonesian Railways Day. This event named The History of Indonesian Railways Exhibition. This event was held on Erasmus Huis which inside of Royal Dutch Embassy area in Kuningan, South Jakarta. Started from 24 September to 20 Oktober 2013.

 


          Ketika memasuki pelataran Erasmus Huis, kita bisa menemukan replika lokomotif ESS 3201. Meskipun ITF tidak mengetahui secara pasti berapa skala yang digunakan, namun tinggi replika lokomotif ini kurang lebih 1,5-1,6 meter. Di depan bangunan utama juga terdapat replika genta perlintasan kereta api yang masih dipakai di Indonesia.

          When entering Erasmus Huis yard, we could find replica of ESS 3201 locomotive. The height is about 1,5 - 1,6 metres eventhough the scale was unknown. In front of main building, railway crossing bell replica also exist. It still operated in Indonesia until today.



          Di dalam ruang pameran, kita disuguhi pernak-pernik perkeretaapian masa lampau seperti foto antik, peta rute, seragam pegawai dari waktu ke waktu dan masih banyak lagi. Foto-foto yang dipajang di dinding ruang pameran memperlihatkan sejarah kereta api di Indonesia pada era kolonial Belanda. Pada masa itu juga kereta api mengalami masa jayanya yang bisa dibuktikan dengan bertambahnya jalur kereta api yang ditunjukkan oleh peta jalur kereta api Indonesia secara periodik seperti yang terlihat di bawah ini. Sayangnya masa ini berakhir ketika Jepang menguasai Indonesia pada 1942 dan membongkar sebagian rel untuk keperluan perang di Front Burma dan India.

          Inside the exhibition room, the old railway things were displayed  such as old photos, route map, uniform, etc. The photos which displayed on the exhibition showed Indonesian railway history in Dutch colonial time. In that time, railway was in glory which indicated by the increasing railway tracks as shown by the map below. Unfortunately, this era was over when Japan seize Indonesia in 1942 and take apart some tracks for war utility in India and Burma Front.



 






          Yang paling menarik menurut ITF adalah ticket Edmondson yang dipajang di dalam kotak kaca. Sistem pertiketan Edmondson telah diperkenalkan oleh Inggris sejak 1840 dan telah diadopsi oleh banyak negara termasuk Indonesia selama ratusan tahun.Yang khas dari tiket Edmondson ini adalah ticketnya yang berukuran sangat kecil. Karena dijadikan sebagai barang koleksi favorit, tiket Edmondson memiliki "nilai" yang sangat tinggi di kalangan kolektor.

          The best part for ITF is Edmondson tickets which displayed inside the glass box. Edmondson ticketing system was introduced by England since 1840 and many countries include Indonesia has been adopted the system for hundred years. The typical character of Edmondson system is the ticket in very small size. As a favorite collection item, the Edmondson ticket is tremendously valuable among the collectors.




         
Event ini diharapkan generasi muda dapat mengetahui sejarah bangsanya sendiri, khususnya dalam perkeretaapian. Siapa lagi yang akan menjaga sejarah bangsa kita jika kita melupakannya?

          The expectation from this event, the young generation is able to know about their own nation history, especially in railway. Who else who will keep our nation history if we forget it?

Sumber | Source : Arsip Pribadi | Private Archive

2013/11/07

ようこそ Ex - JR East Saikyo Line 205 Series! (Part 1)


          Setelah mengalami penundaan yang cukup lama, pengiriman  KRL Seri 205 akhirnya tiba di pelabuhan Tanjung Priok tanggal 3 November 2013. Proses bongkar muat baru dimulai sekitar pukul 16.00 dari jadwal seharusnya pukul 09.00. Walaupun begitu, kerjasama yang dilakukan kru dari dipo Bukit Duri berjalan dengan baik sehingga pekerjaan ini selesai pada Senin (4/11) siang. Jumlah kereta yang tiba dari pelabuhan Niigata sebanyak 30 unit dari total 180 unit. Pengiriman gelombang pertama terdiri dari HaE 7, HaE 11, dan HaE 15.

         After a long delay, the shipment of 205 Series EMU has been arrived in Tanjung Priok port in 3 November 2013. The unloading process started from 16.00 (GMT +7), it must be 09.00 based on the schedule. Although so, the good teamwork which done by Bukit Duri depot crew makes this job completed in Monday (4/11). There are 30 units from the total 180 units which arrived from Niigata port. The first wave consist of HaE 7, HaE 11, and HaE 15.



          KRL Seri 205 sebelumnya merupakan JR East Saikyo Line Seri 205 . Rangkaian ini diproduksi oleh Tokyu Sharyo, Kawasaki Heavy Industries, Nippon Sharyo, dan Kinki Sharyo pada tahun 1985 hingga 1991. Rangkaian ini masih banyak dipakai di berbagai jalur di Jepang dengan beragam varian. Yang dikirim ke Indonesia adalah varian 205-0 yang merupakan varian pertama dari Seri 205. Sistem penggerak pada umumnya masih menggunakan sistem chopper, kecuali varian 205-5000 yang sudah menggunakan teknologi IGBT (Insulated Gate Bipolar Transistor).

          In past, 205 Series are belong to JR East Saikyo Line. These rollingstocks are produced by Tokyu Sharyo, Kawasaki Heavy Industries, Nippon Sharyo, and Kinki Sharyou between 1985 until 1991. Until today, 205 Series still used in many lines in Japan with various types. The sets which sent to Indonesia are 205-0 variant which the first type of 205. The traction system still use chopper in general, except 205-5000 which already use IGBT (Insulated Gate Bipolar Transistor).

          Ada keunikan yang bisa kita temui pada rangkaian ini. Nama Saikyo merupakan penyingkatan dari Saitama dan Tokyo, karena jalur tersebut menghubungkan stasiun Osaki di Tokyo dan stasiun Omiya di prefektur Saitama. Selain itu, jumlah pintu di setiap sisi pada Seri 205 berbeda dari KRL yang sudah beroperasi di Jabotabek yang hanya memiliki 3 atau 4 pintu di tiap sisinya. Seri 205 memiliki 6 pintu di tiap sisinya pada T 204-X dan Tc 204-X. Ini membantu mobilitas naik turun penumpang di stasiun. Kapasitas penumpang di kereta ini juga dapat ditingkatkan dengan kursi yang bisa dilipat secara otomatis.

          There are some unique facts we can find in this sets. The Saikyo Line name is abbreviated from Saitama and Tokyo, because the line connects Osaki in Tokyo and Omiya in Saitama. Beside of that, the number of the door on each side is different compared by another EMU in Jabotabek which has only 3 or 4 doors. It has 6 doors on each side at T 204-X and Tc 204-X. It helps passengers mobility in station. The passenger capacity can be increased by folding the seat automatically.


          Pada kali ini ITF tak bisa melihat secara langsung proses bongkar muat. Namun, masih sempat melihat penarikan HaE 7 oleh KRD NR yang tiba di stasiun Manggarai. Rangkaian selanjutnya ditarik menuju dipo Bukit Duri menyusul HaE 15. HaE 11 sebelumnya sudah ditarik menuju Balai Yasa Manggarai. Seri 205 diharapkan siap beroperasi secepatnya untuk menggantikan sejumlah KRL yang sudah mengalami kerusakan akibat pengoperasian melebihi batas kemampuan.

          This time ITF couldn't see the unloading process directly, but still have a chance to see the transporting of HaE 7 by NR DMU which arrived in Manggarai station. Next, the sets are transported to Bukit Duri depot and join with HaE 15. HaE 11 is already transported to Balai Yasa Manggarai. These sets are expected to be ready for operation as soon as possible in purpose to substitute the damaged EMU which caused of overusage.

Sumber | Source : Arsip Pribadi | Private Archive

2013/10/03

Indonesian Railways Day Part 1 (Jakarta Kota Station)

          Seperti stasiun pada umumnya, pemandangan di Stasiun Jakarta Kota setiap hari cenderung membosankan. Orang-orang berpindah dari satu kereta ke kereta bahkan angkutan lain. Tetapi tidak untuk hari Jumat (27/9),ada sesuatu yang berbeda di stasiun ini. Ternyata keberadaan tiga kereta antik inilah yang menjadi pusat perhatian para pengunjung stasiun, khususnya para penggemar kereta api. Ketiga kereta tersebut yaitu lokomotif listrik ESS 3201 dan kereta Djoko Kendil IW 38221 + IW 38212. Keberadaan kereta ini bertepatan menjelang Hari Kereta Api Indonesia yang jatuh tiap 28 September sejak berpindah kepemilikan dari  Jepang kepada bangsa Indonesia pada tahun 1945. Pada hari itu diadakan pencucian kereta oleh pihak PT.KAI dan sejumlah penggemar kereta api.

          A typical of train station, Jakarta Kota Station always boring as usual. The peoples move from train to another train or another public transportation. But in Friday (27/9), there is something different in this station. There are three old trains become the visitor's center of attention, especially for railfans. The trains consist of electric locomotive ESS 3201 and special train Djoko Kendil IW 38221 + IW 38212. The existence of these trains are celebrating Indonesian Railways Day every 28 September since Japan hands off the ownership to Indonesians in 1945. In same day, the trains are being washed by PT.KAI and several railfans.




          ESS 3201 merupakan lokomotif buatan Werkspoor Amsterdam dari Belanda. Lokomotif ini memulai sejarah kereta listrik di Jabodetabek pada 6 April 1925 bersamaan dengan elektrifikasi jalur Tanjung Priok - Meester Cornelis (Jatinegara). Kemudian melayani lintas Depok - Bogor setelah proses elektrifikasi selesai pada tahun 1930. Semenjak tahun 1976,eksistensi lokomotif ini berangsur surut sejak kedatangan KRL Rheostatik dari Jepang. Semua lokomotif peninggalan Belanda ini terlantar, termasuk ESS3201. Beruntung bagi ESS 3201, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) dan PT. Kereta Api  melestarikan lokomotif ini dan selesai pada 29 Juli 2007. Namun restorasi total baru dilakukan oleh Balai Yasa Manggarai pada 2012.

          ESS 3201 is Werkspoor Amsterdam production from Netherlands. This locomotive started electrical train history in Jabodetabek in 6 April 1925 in conjuction of Tanjung Priok - Meester Cornelis ( Jatinegara ) electrification. And then, serving Depok - Bogor line after the electrification was done in 1930. Since 1976, this locomotive are getting extinct after KRL Rheostatik from Japan replace it. All of Netherlands' locomotives are abandoned include ESS 3201. There was a lucky, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) dan PT. Kereta Api reserves it and completed in 29 July 2007. The total restoration was done by Balai Yasa Manggarai in 2012.


           Lokomotif ini juga dikenal dengan sebutan "Bonbon" karena bentuknya seperti permen. Walaupun sebutan ini cukup populer, ternyata sebutan ini tidak disukai sejumlah penggemar kereta senior karena dianggap "kekanak-kanakan" untuk sebuah warisan sejarah.

          This locomotive also known as "Bonbon" because the shape looks like a candybar. Although popular, some senior railfans dislike that name because too "childish" for a historical heritage.



          Restorasi total, khususnya di area mesin yang dilakukan oleh pihak Balai Yasa Manggarai bukanlah hal yang mudah mengingat hampir semua bagian sudah tidak layak fungsi karena usia. Tetapi tidak berarti mereka kehabisan akal. Engine swap pun dilakukan dengan mencaplok mesin dari KRL Rheostatik yang masih berfungsi.Warna putih ESS 3201 juga diganti dengan warna biru yang mengingatkan kita pada KRL Seri 103 di masa lalu. Kerja keras tim Balai Yasa Manggarai membuahkan hasil, lokomotif ini diuji coba pertama kali pada 18 Juli 2012. 

          The total restoration,especially in engine area which done by Balai Yasa Manggarai is not an easy matter due to age. But doesn't mean they will lack of idea. Engine swap uses KRL Rheostatik's engine that still in good condition. The white color of ESS 3201 also changed to blue that remind us with KRL Seri 103 in past. Balai Yasa Manggarai's teamwork made a good result,this locomotive was tested for the first time in 18 Juli 2012.

         Beralih ke pengiringnya, kereta Djoko Kendil adalah sebuah kereta mewah Nacht Express yang dibeli Staats Spoorwegen (SS) dari Beynes pada tahun 1938. Kemudian seiring waktu, kereta yang memiliki nomor asli SS9000 ini turun kelas menjadi kereta ekonomi dan kereta penolong. Pada 2008, Balai Yasa Surabaya Gubeng merehabilitasi kembali dua kereta SS9000 yang tersisa yaitu K3-38201 (IW 38212) dan NRU 38201 (IW 38221). Nama Djoko Kendil berasal dari cerita rakyat Indonesia yang menceritakan tentang putri kerajaan Brawijaya yang jatuh cinta kepada Djoko Kendil yang berasal dari rakyat jelata.

          Move to the escorter, Djoko Kendil is Nacht Express luxury train which bought by Staats Spoorwege (SS)  from Beynes in 1938 . From time to time,the train which has original number SS9000 must downgraded to economy class and helper train. In 2008, Balai Yasa Surabaya Gubeng rehabilitated the remaining SS9000.It consist of IW 38212 (ex-K3-38201) and IW 38221 (ex-NRU 38201). Djoko Kendil was named from Indonesian folktale which tell about a princess from Brawijaya kingdom who fall in love with common people named Djoko Kendil.




          Sebagai kereta mewah dengan fasilitas kelas satu, Djoko Kendil memiliki sofa empuk ,meja bundar, bar, televisi 36 inch, toilet, dan balkon di ujung rangkaian. Walaupun IW 38212 dan IW 38221 pada dasarnya terpisah, namun keduanya adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Pada April 2009 ,Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pernah menggunakan Djoko Kendil dalam rangka peresmian Stasiun Tanjung Priok pasca renovasi.

         As a luxury train with first-class facilities,Djoko Kendil furnished by comfort sofa, round table, bar, 36" TV, toilet, and balcony on the end of the train. Altough IW 38212 and IW 38221 obviously different,but two of them are unseparatable. In April 2009, President of Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ride Djoko Kendil in Tanjung Priok station opening after renovation.




          Tak lama singgah di Jakarta Kota, rangkaian tersebut dikembalikan ke Balai Yasa Manggarai via Jatinegara. Selesai sudah kiprah warisan sejarah perkeretaapian Indonesia tersebut pada hari itu. Acara serupa juga diadakan di Kuningan, Jakarta Selatan untuk memperingati Hari Kereta Api Indonesia ke-68. Tentu saja akan dilanjutkan di artikel berikutnya...

          Stay for a while in Jakarta Kota, the trains returned to Balai Yasa Manggarai via Jatinegara. The action of those railway history heritage in that day were end. Identical event was held in Kuningan, South Jakarta for celebrating 68th Indonesian Railways Day. Of course, in the next article...

Sumber | Source : Arsip Pribadi | Private Archives

2013/07/23

Terima Kasih,KRL Ekonomi! (1976 - 2013)

          Ketika anda naik KRL,apakah merasakan KRL Ekonomi semakin berkurang?Tidak?Berarti anda harus tahu kabar ini.PT.Kereta Api Indonesia (KAI) memutuskan untuk menghapus KRL Ekonomi per Agustus 2013 dikarenakan subsidi untuk KRL ini habis pada Juli 2013.Dirut PT.KAI sendiri mengaku sudah siap dengan segala resikonya.

            Do you feel KRL Ekonomi are getting fewer recently?No?It mean you must know this news.PT.Kereta Api Indonesia (KAI) decided to abolish KRL Ekonomi for August 2013 because the subsidy for this train are ended in July 2013.The Main Director has been ready for any risks.

          Penghapusan KRL Ekonomi ini tidak berdampak terhadap daya angkut penumpang.Jumlah KRL AC yang tersedia saat ini sudah cukup untuk menutupi kekurangan tersebut.Terlebih PT.KRL Commuter Jabodetabek (KCJ) akan mendatangkan 18 rangkaian KRL AC Ex-JR Saikyo Line 205 dari Jepang pada tahun ini hingga awal 2014.Pengiriman pertama diperkirakan akan tiba di Tanjung Priok pada Agustus 2013 sebanyak 3 rangkaian.Dengan adanya penambahan ini,diharapkan jumlah perjalanan KRL Jabodetabek akan meningkat hingga 575 perjalanan pada akhir 2013.

          The abolishment has no effect against passenger carrying capacity .The number of  available train are enough for fulfill the deficit.More than that,PT.KRL Commuter Jabodetabek will import 18 sets of JR Saikyo Line 205 Series from this year until early 2014.First shipping approximately arrived in Tanjung Priok in August 2013 with 3 sets.With this fleet addition,it expected number of KRL Jabodetabek trip are increasing 575 trips at the end of the year.

          Berat untuk melepas KRL yang dianggap sebagai "Kereta Rakyat" yang sudah menemani para penglaju selama 36 tahun.Apa daya, kehandalan , keamanan ,dan kenyamanan menjadi prioritas dalam jasa transportasi umum.Kini, generasi baru hanya akan mendengar kejayaan KRL Ekonomi dari orang tua mereka sendiri.Berikut foto-foto KRL Ekonomi yang dikumpulkan ITF selama masih berdinas di Jabodetabek.

          Feel sad to let the train called as "Folks Train" which already accompany with commuters in 37 years.But realiability, safety, and comfort are priority in public transportation service.Now,the new generation just know KRL Ekonomi dignity from their parents.Here is some photos of KRL Ekonomi which collected by ITF when still service in Jabodetabek.

KRL Rheostatic Mild Steel

Mild Steel in old livery
         
KRL Rheostatic Stainless Steel

KRL Hitachi



Mild Steel & BN - Holec


TERIMA KASIH KRL EKONOMI!

THANK YOU KRL EKONOMI!

ありがとうエコノミ!

1976 - 2013

2012/07/16

Trial Run Seri 103 Ex-JR East 103 E20F | 元JR東日本103系ケヨE20の試運転

          Setelah lebih dari 6 bulan pengerjaan PAL rangkaian Seri 103 dengan nomor rangkaian E20,KRL yang memiliki posisi kaca kabin tinggi satu ini sudah melaksanakan ujicoba sebelum dioperasikan di lintas Jabotabek kembali.Karena pengerjaan dilakukan di Balai Yasa Manggarai,sudah pasti rute ujicoba adalah Manggarai-Bogor-Manggarai.Inilah dokumentasi saya selama ujicoba yang berlangsung pada hari Kamis (12/7).


むさしのドリーム東京行き | Musashino Dream for Tokyo

         Perubahan interior yang terjadi pada rangkaian ini tetap sama seperti Seri 103 sebelumnya yang sudah mengalami PAL.Namun,bagi saya ada berbeda kali ini.Tidak semua kipas di dalam rangkaian menggunakan kipas bawaan Seri 103 itu sendiri.Sebagian sudah memakai kipas Panasonic yang kerap dijumpai pada KRL Ekonomi.Agak disayangkan mengingat mutu kipas ini kurang baik.Seiring umur,sering terjadi kasus tidak berputar dengan normal.
 

モハ102-2009 の扇風機、PANASONICだよ!
          Rangkaian yang berkelir khas JR Tokai Line ini belum dioperasikan secara penuh mengingat Seri 103 seringkali mengalami gangguan di tengah jalan.Maka dari itu,rangkaian masih dilakukan pengecekan di Dipo Depok.Demikian dokumentasi saya kali ini.Semoga menjadi info yang berguna bagi kita :)

パクアン急行様の記事
http://krl-jabodetabek.cocolog-nifty.com/blog/2012/07/vol2-3ddc.html
Terima Kasih!

Sumber | Source :

Arsip Pribadi | Private Archive

2012/07/05

Trial Run Seri 8500 Ex-Tokyu Seri 8500 - 8610F | 元東京急行電鉄8500系8610Fの試運転

          Pada hari Rabu (4/7),telah dilaksanakan ujicoba rangkaian Seri 8500 dengan nomor rangkaian 8610F.Rangkaian yang merupakan bekas rangkaian Tokyu Denentoshi Line (東急田園都市線) ini diujicoba dengan rute Depok-Manggarai-Bogor-Depok.Di tengah cuaca yang mendung,berikut dokumentasi dari saya selama ujicoba berlangsung.



          Tidak terjadi banyak perubahan pada eksterior,hanya sedikit perubahan ukuran pada skema Dipo Depok yang khas dengan warna biru-kuning.Perbedaannya terletak pada pola kuning yang lebih tebal dibanding rangkaian sejenis yang sudah lebih dahulu beroperasi.Lain cerita pada sisi interior,terdapat keunikan yang ada pada rangkaian 8610F.Yaitu adanya satu kereta  yang menggunakan gantungan tangan yang biasa digunakan pada Seri 6000 milik Toei.

デハ8710,都営6000系ハンドストラップを使った!
Lantai Merah di Kereta Khusus Wanita
          Setelah ujicoba berakhir,akan dilakukan pemasangan display yang sudah dilengkapi dengan tujuan berbahasa Indonesia.Selain itu,pembenahan di sektor pendingin yang menjadi masalah utama pasa rangkaian ini tinggal penyempurnaan saja.Demikian informasi yang bisa saya berikan.Selamat menikmati rangkaian :)

Sumber | Source :

Arsip Pribadi | Private Archives