Showing posts with label Jalan-jalan/散歩する. Show all posts
Showing posts with label Jalan-jalan/散歩する. Show all posts

2014/01/06

ようこそ Ex - JR East Saikyo Line 205 Series! (Part 2)

          Happy New Year 2014! Hopefully this year will be better than before. All people in the world celebrate it with happiness. Everyone has their own resolution to improve their achievement from year to year. Indonesia Tetsudou Fan have to do improvement in purpose to give information about many things especially railway. Since 1 January 2014, written articles are in English only to make it easy to read than two-languages in single article.

          Back to the title, I will tell you about progress of Seri 205 EMU which bought from JR East. Based on last article, we only know about HaE 7, 11, 15 set. For your information, 100 of 180 cars has been arrived to Indonesia since October last year. Fortunately, I can see all of them in Depok Depot and Bukit Duri Depot. It's a long time since last visit 2 years ago, but nothing changed  at all.

         First, I visited Bukit Duri. It is as small as Bogor Depot. Although so, I can find two sets of Seri 205 in original decal stabling inside. These sets will be sent to Depok Depot for remodeling.

HaE 23 stabling in Bukit Duri Depot, South Jakarta

          In afternoon, I moved to Depok Depot after my friend got the permission to go inside. This is a rare thing since very hard to get permit. You need to spare your time so much for visiting Depok Depot. As the biggest EMU depot in Jabodetabek, you can't explore it quickly. I started to explore the maintenance area to see remodeling progress of Seri 205.

HaE 13 still in progress...




          The changes doesn't look significant, only livery change and add "Commuter" logo instead of JR. To anticipate low-level platform, they also install passenger footsteps. To protect the driver, window grill will be installed on both front and rear cabin. Livery change uses sticker in order to worktime efficiency eventhough it will be dirty in short time. However, the front side uses paint. Needed time also shorter since Seri 205 has it own cowhanger. In other words, they don't need to make the new one.

          Done with the remodeling, now we moves into stabling area. This is the place where the rollingstocks are stabled, even the non-active rollingstocks. I will talk about the non-active rollingstock later while the main topic still about Seri 205.

         

HaE 24


HaE 4

From left to right : HaE 24 , HaE 7, HaE 25



          I think all of these sets are still waiting for debut, because there are some infrastructure must be adapted due to 10-cars set. Some stastion has been extended their platform such as Universitas Indonesia Station and Jakarta Kota Station. Not only that, the crew also need adaptation with these new EMUs. It's only about time to see the newcomer from Saikyo Line. The story still continued till all of sets arrive.

Photos : Private Archive

         

2013/11/14

Indonesian Railways Day Part 2 ( Railway History Exhibition)

          Seperti yang sudah ITF janjikan sebelumnya,ada acara sejenis yang diadakan untuk memperingati Hari Kereta Api Indonesia. Gelaran tersebut bernama The History Of Indonesian Railways Exhibition. Acara tersebut diadakan di Erasmus Huis yang berada di dalam komplek Kedutaan Besar Belanda di Kuningan, Jakarta Selatan. Acara tersebut diadakan dari tanggal 24 September sampai 20 Oktober 2013.

          As ITF promised, there was a similiar event which held for commemorate Indonesian Railways Day. This event named The History of Indonesian Railways Exhibition. This event was held on Erasmus Huis which inside of Royal Dutch Embassy area in Kuningan, South Jakarta. Started from 24 September to 20 Oktober 2013.

 


          Ketika memasuki pelataran Erasmus Huis, kita bisa menemukan replika lokomotif ESS 3201. Meskipun ITF tidak mengetahui secara pasti berapa skala yang digunakan, namun tinggi replika lokomotif ini kurang lebih 1,5-1,6 meter. Di depan bangunan utama juga terdapat replika genta perlintasan kereta api yang masih dipakai di Indonesia.

          When entering Erasmus Huis yard, we could find replica of ESS 3201 locomotive. The height is about 1,5 - 1,6 metres eventhough the scale was unknown. In front of main building, railway crossing bell replica also exist. It still operated in Indonesia until today.



          Di dalam ruang pameran, kita disuguhi pernak-pernik perkeretaapian masa lampau seperti foto antik, peta rute, seragam pegawai dari waktu ke waktu dan masih banyak lagi. Foto-foto yang dipajang di dinding ruang pameran memperlihatkan sejarah kereta api di Indonesia pada era kolonial Belanda. Pada masa itu juga kereta api mengalami masa jayanya yang bisa dibuktikan dengan bertambahnya jalur kereta api yang ditunjukkan oleh peta jalur kereta api Indonesia secara periodik seperti yang terlihat di bawah ini. Sayangnya masa ini berakhir ketika Jepang menguasai Indonesia pada 1942 dan membongkar sebagian rel untuk keperluan perang di Front Burma dan India.

          Inside the exhibition room, the old railway things were displayed  such as old photos, route map, uniform, etc. The photos which displayed on the exhibition showed Indonesian railway history in Dutch colonial time. In that time, railway was in glory which indicated by the increasing railway tracks as shown by the map below. Unfortunately, this era was over when Japan seize Indonesia in 1942 and take apart some tracks for war utility in India and Burma Front.



 






          Yang paling menarik menurut ITF adalah ticket Edmondson yang dipajang di dalam kotak kaca. Sistem pertiketan Edmondson telah diperkenalkan oleh Inggris sejak 1840 dan telah diadopsi oleh banyak negara termasuk Indonesia selama ratusan tahun.Yang khas dari tiket Edmondson ini adalah ticketnya yang berukuran sangat kecil. Karena dijadikan sebagai barang koleksi favorit, tiket Edmondson memiliki "nilai" yang sangat tinggi di kalangan kolektor.

          The best part for ITF is Edmondson tickets which displayed inside the glass box. Edmondson ticketing system was introduced by England since 1840 and many countries include Indonesia has been adopted the system for hundred years. The typical character of Edmondson system is the ticket in very small size. As a favorite collection item, the Edmondson ticket is tremendously valuable among the collectors.




         
Event ini diharapkan generasi muda dapat mengetahui sejarah bangsanya sendiri, khususnya dalam perkeretaapian. Siapa lagi yang akan menjaga sejarah bangsa kita jika kita melupakannya?

          The expectation from this event, the young generation is able to know about their own nation history, especially in railway. Who else who will keep our nation history if we forget it?

Sumber | Source : Arsip Pribadi | Private Archive

2013/10/03

Indonesian Railways Day Part 1 (Jakarta Kota Station)

          Seperti stasiun pada umumnya, pemandangan di Stasiun Jakarta Kota setiap hari cenderung membosankan. Orang-orang berpindah dari satu kereta ke kereta bahkan angkutan lain. Tetapi tidak untuk hari Jumat (27/9),ada sesuatu yang berbeda di stasiun ini. Ternyata keberadaan tiga kereta antik inilah yang menjadi pusat perhatian para pengunjung stasiun, khususnya para penggemar kereta api. Ketiga kereta tersebut yaitu lokomotif listrik ESS 3201 dan kereta Djoko Kendil IW 38221 + IW 38212. Keberadaan kereta ini bertepatan menjelang Hari Kereta Api Indonesia yang jatuh tiap 28 September sejak berpindah kepemilikan dari  Jepang kepada bangsa Indonesia pada tahun 1945. Pada hari itu diadakan pencucian kereta oleh pihak PT.KAI dan sejumlah penggemar kereta api.

          A typical of train station, Jakarta Kota Station always boring as usual. The peoples move from train to another train or another public transportation. But in Friday (27/9), there is something different in this station. There are three old trains become the visitor's center of attention, especially for railfans. The trains consist of electric locomotive ESS 3201 and special train Djoko Kendil IW 38221 + IW 38212. The existence of these trains are celebrating Indonesian Railways Day every 28 September since Japan hands off the ownership to Indonesians in 1945. In same day, the trains are being washed by PT.KAI and several railfans.




          ESS 3201 merupakan lokomotif buatan Werkspoor Amsterdam dari Belanda. Lokomotif ini memulai sejarah kereta listrik di Jabodetabek pada 6 April 1925 bersamaan dengan elektrifikasi jalur Tanjung Priok - Meester Cornelis (Jatinegara). Kemudian melayani lintas Depok - Bogor setelah proses elektrifikasi selesai pada tahun 1930. Semenjak tahun 1976,eksistensi lokomotif ini berangsur surut sejak kedatangan KRL Rheostatik dari Jepang. Semua lokomotif peninggalan Belanda ini terlantar, termasuk ESS3201. Beruntung bagi ESS 3201, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) dan PT. Kereta Api  melestarikan lokomotif ini dan selesai pada 29 Juli 2007. Namun restorasi total baru dilakukan oleh Balai Yasa Manggarai pada 2012.

          ESS 3201 is Werkspoor Amsterdam production from Netherlands. This locomotive started electrical train history in Jabodetabek in 6 April 1925 in conjuction of Tanjung Priok - Meester Cornelis ( Jatinegara ) electrification. And then, serving Depok - Bogor line after the electrification was done in 1930. Since 1976, this locomotive are getting extinct after KRL Rheostatik from Japan replace it. All of Netherlands' locomotives are abandoned include ESS 3201. There was a lucky, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) dan PT. Kereta Api reserves it and completed in 29 July 2007. The total restoration was done by Balai Yasa Manggarai in 2012.


           Lokomotif ini juga dikenal dengan sebutan "Bonbon" karena bentuknya seperti permen. Walaupun sebutan ini cukup populer, ternyata sebutan ini tidak disukai sejumlah penggemar kereta senior karena dianggap "kekanak-kanakan" untuk sebuah warisan sejarah.

          This locomotive also known as "Bonbon" because the shape looks like a candybar. Although popular, some senior railfans dislike that name because too "childish" for a historical heritage.



          Restorasi total, khususnya di area mesin yang dilakukan oleh pihak Balai Yasa Manggarai bukanlah hal yang mudah mengingat hampir semua bagian sudah tidak layak fungsi karena usia. Tetapi tidak berarti mereka kehabisan akal. Engine swap pun dilakukan dengan mencaplok mesin dari KRL Rheostatik yang masih berfungsi.Warna putih ESS 3201 juga diganti dengan warna biru yang mengingatkan kita pada KRL Seri 103 di masa lalu. Kerja keras tim Balai Yasa Manggarai membuahkan hasil, lokomotif ini diuji coba pertama kali pada 18 Juli 2012. 

          The total restoration,especially in engine area which done by Balai Yasa Manggarai is not an easy matter due to age. But doesn't mean they will lack of idea. Engine swap uses KRL Rheostatik's engine that still in good condition. The white color of ESS 3201 also changed to blue that remind us with KRL Seri 103 in past. Balai Yasa Manggarai's teamwork made a good result,this locomotive was tested for the first time in 18 Juli 2012.

         Beralih ke pengiringnya, kereta Djoko Kendil adalah sebuah kereta mewah Nacht Express yang dibeli Staats Spoorwegen (SS) dari Beynes pada tahun 1938. Kemudian seiring waktu, kereta yang memiliki nomor asli SS9000 ini turun kelas menjadi kereta ekonomi dan kereta penolong. Pada 2008, Balai Yasa Surabaya Gubeng merehabilitasi kembali dua kereta SS9000 yang tersisa yaitu K3-38201 (IW 38212) dan NRU 38201 (IW 38221). Nama Djoko Kendil berasal dari cerita rakyat Indonesia yang menceritakan tentang putri kerajaan Brawijaya yang jatuh cinta kepada Djoko Kendil yang berasal dari rakyat jelata.

          Move to the escorter, Djoko Kendil is Nacht Express luxury train which bought by Staats Spoorwege (SS)  from Beynes in 1938 . From time to time,the train which has original number SS9000 must downgraded to economy class and helper train. In 2008, Balai Yasa Surabaya Gubeng rehabilitated the remaining SS9000.It consist of IW 38212 (ex-K3-38201) and IW 38221 (ex-NRU 38201). Djoko Kendil was named from Indonesian folktale which tell about a princess from Brawijaya kingdom who fall in love with common people named Djoko Kendil.




          Sebagai kereta mewah dengan fasilitas kelas satu, Djoko Kendil memiliki sofa empuk ,meja bundar, bar, televisi 36 inch, toilet, dan balkon di ujung rangkaian. Walaupun IW 38212 dan IW 38221 pada dasarnya terpisah, namun keduanya adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Pada April 2009 ,Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pernah menggunakan Djoko Kendil dalam rangka peresmian Stasiun Tanjung Priok pasca renovasi.

         As a luxury train with first-class facilities,Djoko Kendil furnished by comfort sofa, round table, bar, 36" TV, toilet, and balcony on the end of the train. Altough IW 38212 and IW 38221 obviously different,but two of them are unseparatable. In April 2009, President of Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ride Djoko Kendil in Tanjung Priok station opening after renovation.




          Tak lama singgah di Jakarta Kota, rangkaian tersebut dikembalikan ke Balai Yasa Manggarai via Jatinegara. Selesai sudah kiprah warisan sejarah perkeretaapian Indonesia tersebut pada hari itu. Acara serupa juga diadakan di Kuningan, Jakarta Selatan untuk memperingati Hari Kereta Api Indonesia ke-68. Tentu saja akan dilanjutkan di artikel berikutnya...

          Stay for a while in Jakarta Kota, the trains returned to Balai Yasa Manggarai via Jatinegara. The action of those railway history heritage in that day were end. Identical event was held in Kuningan, South Jakarta for celebrating 68th Indonesian Railways Day. Of course, in the next article...

Sumber | Source : Arsip Pribadi | Private Archives

2013/07/29

Purwakarta, Akhir dari KRL Ekonomi

          Meneruskan artikel sebelumnya yang bisa dicek di sini,sejumlah KRL Ekonomi dibawa ke stasiun Purwakarta. Kota Purwakarta sendiri terletak di +/- 70 km sebelah utara ibukota propinsi Jawa Barat, Bandung. Di stasiun inilah KRL Ekonomi akan berakhir dengan pengrucatan.Sebelum dirucat,rangkaian terlebih dahulu dibongkar mesinnya di dipo.Barulah ditarik oleh lokomotif atau kereta diesel

          Continuing the last article which could be checked here,some of KRL Ekonomi are being transported to Purwakarta station. Purwakarta located about 70km north of capital city of West Java, Bandung. At this station KRL Ekonomi will ended by scrapping.Before being scrapped,the engine system must be knocked down in depot.Then,hauled by locomotive or DMU.

          Penasaran akan keadaannya,ITF memutuskan untuk pergi menuju Purwakarta pada hari Senin (22/7).Stasiun ini dapat diakses dengan beberapa kereta seperti Argo Parahyangan, Serayu dsb.Namun ITF mencoba cara lain yang lebih murah,yaitu menggunakan KA Lokal yang berangkat dari Jakarta Kota.Tarifnya murah,hanya Rp 3.000 saja sudah bisa mengantar kita menuju Purwakarta dalam waktu 2,5 jam. Agar tidak terlalu sore saat pulang,ITF memilih jadwal pemberangkatan paling pagi yaitu pukul 08.50.

          Being curious with the condition, ITF decided to go to Purwakarta in Monday (22/7). The station can be access by some train such as Argo Parahyangan, Serayu, etc. But, ITF trying another way which cheaper,use local train which departed from Jakarta Kota.The fare is cheap, just IDR 3.000 can take you to Purwakarta in 2,5 hours. We don't want go home late,ITF ride the first departure in 08.50.

          Tiba di Purwakarta pukul 11.30,terlihat rangkaian KRL Ekonomi yang diletakkan di peron timur stasiun. ITF langsung turun dari kereta untuk melihat-lihat rangkaian yang akan dirucat tersebut.Hujan gerimis membuat ITF harus berhati-hati karena bebatuan dan rel menjadi licin untuk dilewati.Beginilah pemandangan stasiun Purwakarta saat itu.

          Arrived in 11.30, KRL Ekonomi being seen at the east platform. ITF go down immediately to see it. Drizzle makes ITF must be careful because rocks and rail become slippery to pass. This is the scenery of Purwakarta station.

 


Ex-Purwakarta steam locomotive depot building

          Sebagai informasi,rangkaian yang akan dirucat ini adalah KRL Rheostatik Mild Steel. Diproduksi oleh Nippon Sharyo dan Kawasaki Heavy Industries pada tahun 1976 - 1984 sebagai pesanan khusus pemerintah Indonesia untuk mengganti armada KRL Jabodetabek saat itu yang masih menggunakan ESS3200 peninggalan Electrische Staats Spoorwegen zaman kolonial Belanda. Rangkaian ini awalnya memiliki pintu otomatis,namun seiring menuanya rangkaian dan vandalisme penumpang,saat ini pintu hanya bisa dibuka secara manual.Itu pun kalau tidak macet.Pihak Balai Yasa Manggarai yang banyak menangani overhaul rangkaian ini juga tidak menyentuh sama sekali bagian yang satu ini.

          As the information, the rolling stock which will be scrapped is Rheostatic Mild Steel EMU. Produced by Nippon Sharyo and Kawasaki Heavy Industries between 1976 -1984 as special order of Indonesia goverment to replace the old fleet of KRL Jabodetabek which still operating ex-Electrische Staats Spoorwegen ESS3200 from Dutch civilization. Early,it has automatic door.But, from time to time because of age and passenger vandalism, the door just opened by manual if still in good condition. Balai Yasa Manggarai who often do overhaul for this train are never touch this part.

          Sesuatu yang langka,dari KRL Rheostatik masih tersisa plat produsen. Yang ITF temukan adalah plat dari Kawasaki Heavy Industries. Sayangnya dari semua rangkaian yang ada saat itu,ITF hanya menemukan satu buah saja.

          Something rare,ITF still find production plate from producent.It's plate from Kawasaki Heavy Industries. Unfortunately, ITF just find one plate.



One car's seat has been removed!


          Pada saat pengambilan foto,proses pengiriman rangkaian menuju Purwakarta masih berlangsung hingga seluruh rangkaian Rheostatik Mild Steel di Jabodetabek habis. Begitulah akhir dari KRL Ekonomi di Jabodetabek.Kami akan merindukanmu.

          When taking photos, the process of transportation still in progress until all of them are transported to Purwakarta.That's the of KRL Ekonomi in Jabodetabek.We will miss you.

Sumber : Arsip Pribadi

Source : Private Archive

2012/01/04

All Tokyo Shitetsu Reunion その2

          Well,kali ini saya melanjutkan cerita yang sempat terputus.Masih tetap di Dipo Depok.Kali ini kita mulai beralih pada rangkaian yang baru saja tiba beberapa waktu lalu.Salah satunya adalah 6112F milik Tokyo Metro yang baru saja memulai proses perubahan eksterior.

JR203系マト69 - 東京メトロ6000系6112F
          Sebuah reuni yang cukup mengharukan.Setelah menghilang untuk selamanya dari Jepang,akhirnya berjumpa kembali di Indonesia.JR Joban Line dan Tokyo Metro Chiyoda Line adalah dua jalur yang saling berhubungan.Tak heran bila kedua rangkaian di atas saling melakukan thru-service.MaTo 69 tiba lebih dahulu dibandingkan 6112F,namun karena keterbatasan tempat dan banyaknya rangkaian yang masuk memaksa MaTo 69 menjadi Seri 203 terakhir yang dirubah menjadi skema KCJ.Selisih waktu dengan 6112F pun menjadi lebih pendek.

クハ(Tc)203-109
         Tak diduga,ternyata bagian belakang sudah hampir selesai.Logo Commuter milik KCJ pun sudah terpasang.Bisa dipastikan dalam waktu dekat MaTo 69 akan menjalani ujicoba.Tapi belum bisa dibuktikan mengingat sejumlah rangkaian lainnya seperti 05-104F dan 05-105F belum mengalami ujicoba juga.


クハ(Tc)202-109

Joban - Chiyoda Line Indonesia
インドネシアの常磐 - 千代田線


          Tak terasa,kunjungan saya dan teman-teman berakhir.Tapi kami belum melihat rangkaian-rangkaian yang terparkir di luar los dipo.Sembari berjalan menuju pintu gerbang,kami mencoba untuk mengambil foto di sekitarnya.Hampir tidak ada rangkaian PT.KAI,melainkan rangkaian milik KCJ yang sebagian besar belum dioperasikan.Antara lain 05-105F,05-112F,MaTo 51,52,dan 68.


Dipo Matsudo di Indonesia
インドネシアの松戸電車区
 マト51 & 52
05-112F
マト68
         
          Begitulah kisah saya selama berkunjung ke Dipo Depok.Terima kasih banyak untuk kawan-kawan saya yang sudah ikut serta untuk melihat meskipun harus jauh-jauh datang dari Tokyo.Semoga tulisan ini turut bermanfaat bagi yang membacanya.

海老 風雷様の記事 (In Japanese)

Kucing様 dan 海老 風雷様 , お疲れ様でした。Terima Kasih Banyak!

2012/01/02

All Tokyo Shitetsu Reunion その1

          Pada liburan akhir tahun ini akhirnya saya mendapat kesempatan untuk berkunjung melihat Seri 6000 dan 203 di Dipo Depok bersama kawan saya dari Jepang.Pada awalnya saya sedikit khawatir tidak akan diizinkan karena di akhir tahun semua orang sangat sibuk.Tapi untunglah pihak Balai Yasa mengizinkan kami berkunjung.

          Seperti yang terlihat di samping,yang pertama kali saya temui adalah KRL Ex-Tokyu 8000 - 8007F dan Ex-Toei 6000 - 6271F.Kedua rangkaian ini pada hari itu sedang stabling dan sorenya dioperasikan kembali untuk membantu pada saat rush hour.

          Yang cukup menarik,teman saya tidak sengaja menemukan papan tujuan pada saat layanan ekspres masih beroperasi.Kondisinya masih cukup baik walaupun sudah agak kusam karena usia.Saya pun berminat untuk membawanya pulang,tapi saya pikir lebih dijaga di sini saja agar generasi selanjutnya bisa melihat bukti sejarah kejayaan ekspres.Semoga saja papan itu tidak dibuang oleh mereka yang "tak berperasaan"...
Tanah Abang Ekspres
          Bergeser ke arah bangunan utama,bertemulah dengan 05-104F dan 6106F milik Tokyo Metro.Tapi saya lebih tertarik dengan 6106F yang sedang menjalani ujicoba statis.Inilah kesempatan emas yang tak boleh terlewatkan.



          Yap,berjalan dari ujung ke ujung tak memerlukan waktu yang lama.Saya telah mencapai sisi yang lain dari 6106F.Ternyata keusilan tangan ini tak tertahankan,saya dan teman saya mencoba untuk mengoperasikan display tujuan LED.Saya rasa ini tak berbahaya karena tak berpengaruh pada keselamatan dan keamanan rangkaian.Anggap saja ini sebagai "perpisahan" kecil.Suatu saat display ini akan digantikan oleh versi Indonesia entah kapan hari itu akan tiba...

25K Local for Yoyogi-Uehara
          Tak disangka,di hari itu sedang dilakukan sertifikasi pada rangkaian 05-104F.Tapi kami tidak diperbolehkan mendekat karena ada pihak dari Kementerian Perhubungan.Hal yang menarik,semua display rolling dicopot untuk diubah menjadi versi Indonesia.Semoga bisa dipergunakan secara maksimal.


Proses Sertifikasi 05-104F
         Postingan ini masih berlanjut di post berikutnya.Malam sudah larut,saatnya beristirahat untuk menyongsong pagi lebih baik.Semoga postingan ini bermanfaat dan sampai jumpa.

Bersambung

SELAMAT TAHUN BARU 2012

明けましておめでとうございます